Lewati ke isi

Inskripsi pada Guci Perak Rambut Lepas

rambut-lepas Ilustrasi guci dan arca dengan akal imitasi

Penjelasan tentang Guci Perak Rambut Lepas ini dikutip langsung dari notulen Tijdschrift Indische Vol. 64, halaman 334-335 sebagai berikut:

Selanjutnya, Dr. Bosch menyajikan temuan yang luar biasa.

Patung emas dan guci perak, ditemukan pada tanggal 2 November oleh seorang anak saat melempar ubin di dukuh Bancet di selatan Desa Kepakisan, yaitu sekitar 2,5 km sebelah barat Dataran Tinggi Dieng (Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara).

Laporan temuan yang sangat detail menyatakan bahwa guci perak ditemukan dalam keadaan terbalik, dengan lubang menghadap ke bawah dan patung emas berdiri tegak di bawah kubah. Detail ini penting karena menunjukkan bahwa benda-benda berharga tersebut tidak terkubur di bawah tanah secara tidak sengaja, tetapi sengaja dikubur dalam posisi ini.

Patung kecil tersebut menggambarkan Śiwa dengan empat lengan atau, seperti yang terlihat dari Prasasti-yang akan dibahas ini-Bhatara i Dihyang-yaitu Dieng. Patung ini terbuat dari lembaran emas tebal dengan sisir berlapis emas; pengerjaannya, terutama pada wajah dan tangan, sangat halus.

Guci perak itu memiliki prasasti di lehernya yang berbunyi: "gawayan bhatara i Dhyang dyun pirak brat 4 ka rambut nya lěpas", yaitu "Guci perak buatan Bhatara Dieng, beratnya 4 kati. Rambut lepas."

Istilah pada kalimat terakhir "rambut" merupakan varian dari istilah "rabut". Biasanya, istilah rambut atau rabut ini diikuti oleh kata lain, seperti rabut sedana atau rambut sedana, yang berarti patung-patung suci yang terbuat dari koin kepeng yang disimpan di pura-pura Bali. Dalam Pararaton, rabut adalah komponen umum dari nama-nama tempat suci, misalnya Rabut Jalu, Rabut Katu, Rabut Kedung Panitikan, dan sebagainya. Oleh karena itu, kita dapat berasumsi bahwa rambut atau rabut berarti objek pemujaan atau suatu tempat suci. Lepas adalah kata umum yang digunakan untuk tempat suci, misalnya "(dharma) sima lepas". Rambut nya lepas mungkin adalah nama tempat suci yang dimaksud, atau secara harafiah dapat diartikan sebagai "tempat ini adalah tempat suci"

Dalam laporan tersebut, benda ini dibeli seharga f 485.

Data Artefak

Jenis: Objek Cagar Budaya
Tahun: Abad ke-10?
Aksara: Kawi
Bahasa: Jawa Kuna
Lokasi: Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah
Sekarang: Tidak diketahui

Inskripsi

# Aksara Alih Aksara
1 𑼔𑼮𑼫𑼥𑽁 · 𑼩𑼜𑼴𑼬 𑼆 𑼞𑼶𑼲𑽂𑼫𑼁 𑼣𑽂𑼫𑼸𑼥𑽁 𑼦𑼶𑼬𑼒𑽁 · 𑼨𑽂𑼬𑼡𑽁 · 𑼒𑼴 𑽔 𑼬𑼪𑽂𑼨𑼸𑼡𑽂𑼥𑽂𑼫 𑼭𑽂𑼦𑼱𑽁 · gawayan bhaṭāra i ḍihyaƞ dyun pirak brat kā 4 rambutnya lpas

𑼔𑼮𑼫𑼥𑽁 · 𑼩𑼜𑼴𑼬 𑼆 𑼞𑼶𑼲𑽂𑼫𑼁 𑼣𑽂𑼫𑼸𑼥𑽁 𑼦𑼶𑼬𑼒𑽁 · 𑼨𑽂𑼬𑼡𑽁 · 𑼒𑼴 𑽔 𑼬𑼪𑽂𑼨𑼸𑼡𑽂𑼥𑽂𑼫 𑼭𑽂𑼦𑼱𑽁 ·

Terjemahan Bebas

Guci perak buatan Bhatara Dihyang, berat 4 kati. Rambut Lepas.


Referensi:

  • -. 1924. Tijdschrift Indische Taal Land en Volkenkunde Uilgegeveo door het Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, Deel LXIV, hlm. 334-335. Batavia: ALBRECHT & Co.
  • Griffiths, Arlo. Silver vase of the deity at Dieng, early 10th c. CE. Dharmalekha.