Candi-candi Tebing di Bali
βPaman Jero, saya menemukan batu berukir!β ujar salah seorang warga desa kepada pemangku pura di banjarnya. Tak lama kemudian, warga banjar berbondong-bondong menuju ke lokasi batu berukir yang dimaksud. Batu berukir itu tergeletak di dasar jurang dengan kondisi yang sangat memprihatinkan: menyisakan sedikit relief berbentuk candi.
Beberapa hari kemudian, diadakanlah upacara sakral untuk memindahkan pecahan batu berukir tersebut ke lokasi yang lebih bagus serta tidak jauh dari tempat ditemukannya. Di tempatnya yang baru, batu berukir tersebut kemudian diberi pondasi yang lebih kuat serta dibuatkan pagar dan tempat pemujaan.
βDari mana ya batu itu?β tanya salah seorang warga kepada penemunya.
βEntahlah, saya menemukannya sudah dalam kondisi itu di dasar jurang,β jawab sang Penemu.
Aroma wangi bunga berbaur dengan dupa bergaung di sekitar batu berukir itu. Asapnya naik ke langit dan disambut oleh desiran angin sore.