Karya-karya Mpu Tanakung
Di taman itu, dia meninggalkan mantan kekasihnya sendirian saja. Jiwa dan raga mereka bertemu, namun tidak dengan restu. Sang Perempuan pujaan hatinya telah menikah dengan pilihan orang tuanya.
Disibakkannya kain wastra sederhana yang dia kenakan. Ikat kepalanya dikencangkan, seraya melangkah pelan dan mantap menuju asramanya di atas gunung.
Dipilihnya nama Tan-Akung, yang artinya βtanpa cintaβ. Nama yang kemudian menyurutkan nama aslinya, namun membesarkannya sebagai Pujangga Agung Majapahit.